KENNY SUNG

Rising Your Standard

11 Cara Unik Steve Jobs menjadikan Apple The Most Admired Tech Company

Hanya beberapa tahun yang lalu, Apple pernah berada di ambang kebangkrutan. Namun hari ini telah menjadi perusahaan perangkat teknologi yang paling dikagumi di dunia. Steve Jobs adalah dalang dibalik perputaran drastis tersebut. Tapi bagaimana ia melakukannya? Tentu saja dengan berpikir secara berbeda, berinovasi, dan menjadi kontroversial. Mari simak 11 Cara Unik Steve Jobs menjadikan Apple The Most Admired Tech Company.

Artikel Inspirasi

1. Bekerja sama dengan musuh bebuyutan

partner-with-the-enemyDapatkah Anda bayangkan bagaimana jadinya kalau perusahaan Pepsi dan Coca-Cola bersatu? Atau Verizon dan AT & T? Itulah yang terjadi ketika Apple dan Microsoft mengumumkan kemitraan mereka di Macworld Expo 1997.

Setelah 12 tahun kerugian finansial, Jobs harus mendapatkan uang untuk menyelamatkan Apple. Jadi dia berpaling ke Bill Gates, yang membuat investasi $ 150 juta pada Apple.

“The era of competition between Apple and Microsoft is over as far as I’m concerned,” Jobs announced.  “This is about getting Apple healthy, this is about Apple being able to make incredibly great contributions to the industry and to prosper again.”

2. Menaruh unsur Estetika dan Keindahan kedalam produk

apple beauty

Seorang penjual yang hebat seperti Jobs tahu betapa penting yang namanya estetika, ia menyadari produk Apple yang merugi kelihatan buruk.

Pada tahun 1998, Jobs mengadakan pertemuan di Apple, setelah semua orang duduk Steve berkata, “You know what’s wrong with this company? The products SUCK — there’s no sex in them.”

Saat ini, Apple adalah pencipta teknologi yang paling indah, dari iMac dan iPod warna-warni sampai iPads dengan bentuk yang ramping.

 

3. Mengubah arah dan model bisnis yang lama

change-the-original-vision-and-business-planApple tadinya mulai hanya sebagai perusahaan perangkat komputer saja, namun Jobs tahu itu suatu perubahan diperlukan untuk memperluas pasarnya jika ingin menjadi benar-benar sukses.

Apple mulai memperkenalkan produk diluar komputer dengan merilis Final Cut Pro, diikuti oleh pemutar musik iPods, telepon genggam iPhone dan tablet iPads. Steve lalu mengubah nama perusahaan dari Apple Computer, Inc. menjadi Apple Inc. pada tahun 2007 untuk melambangkan visi baru yang lebih luas.

4. Menciptakan solusi untuk setiap hambatan yang ada

Steve melihat bahwa para penjual atau retailer produk-produk Apple dulunya tidak memberikan posisi dan cara memajang produk yang memadai. Solusinya? Steve membangun Apple Store yang sekarang sudah tersebar di seluruh dunia, outlet-outlet tersebut kini menjadi “Darlings of the retail computer industry.”

create-solutions-to-impossible-roadblocks

 

5. Memberitahu pelanggan apa yang akan mereka inginkan

tell-customers-what-they-want-instead-of-asking-for-feedbackJobs tidak menggunakan grup fokus ataupun menanyai pelanggan apa keinginan mereka. Sebaliknya, ia memberitahu pelanggan apa yang akan mereka inginkan sebelum mereka tahu bahwa mereka menginginkannya.

“[Apple has] a great track record for making you want — and buy — things you thought you didn’t need,” says Carl Howe, director of consumer research for Yankee Group.

Tahun 2009 lalu ketika iPad diumumkan, orang-orang menjadi ternganga. Hampir 20 juta unit terjual kemudian, sungguh mengherankan.

6. Menghubungkan Titik-Titik

Apple merilis produk yang inovatif dengan visi yang terintegrasi. Hubungan iPod terjalin indah dengan iTunes, iPhone dan iPads berkolaborasi dengan app store.

app store
Menurut Jobs, “creativity is just connecting things.”  Apple frequently shows how the sum is greater than all of the parts.

 

7. Tidak memperkerjakan karyawan tanpa kreativitas

karyawan kreatifIvy league graduates bukan satu-satunya orang yang bisa menjalankan perusahaan.

Bagian yang membuat besar Macintosh adalah bahwa orang yang bekerja disana kebanyakan musisi, penyair, seniman, dan ahli zoologi, bahkan sejarawan yang juga kebetulan merangkap para ilmuwan komputer terbaik di dunia.

“Part of what made the Macintosh great was that the people working on it were musicians, and poets, and artists, and zoologists, and historians who also happened to be the best computer scientists in the world,” Jobs has said.

 

8. Berpikir Berbeda

Kampanya iklan Apple di tahun 1990an adalah “Think Different” merupakan salah satu kampanye iklan paling efektif sepanjang masa. Merangsang inovasi dan perbaikan terus-menerus adalah apa yang Apple lakukan selama ini.

Think Different

Apples’ “Think Different” ad campaign in the late 1990’s was one of the most effective of all time. It stimulated innovation and reinvention, which is what Apple, today, is all about.

9. Jangan membuat rumit

Kesederhanaan adalah segalanya. Desainer Apple Jonathan Ives menegaskan strategi ini: “Kami benar-benar dikonsumsi oleh mencoba untuk mengembangkan sebuah solusi yang sangat sederhana, karena sebagai makhluk fisik kita memahami pentingnya kejelasan yang menyeluruh.” Semakin sederhana, semakin mudah dipahami.

iPad 2 simplicity

Simplicity is bliss

Apple’s designer Jonathan Ives confirms this strategy: “We are absolutely consumed by trying to develop a solution that is very simple, because as physical beings we understand clarity.”

10. Menjual Mimpi, bukan sekedar produk

Jobs membuat orang-orang terhanyut dalam khayalan mereka sendiri. Ini bukan diakibatkan dari produk yang mereka beli, tapi apa yang diwakili oleh produk-produk Apple. Ingat, orang selalu lebih peduli tentang diri mereka sendiri yang terutama, jadi buatlah produk yang dapat memenuhi hasrat mereka.

ipod-people2

Jobs gets people hooked on a feeling. It’s not the products his customers buy, it’s what the products represent. Remember, people first and foremost care about themselves, so make products they can relate to.

11. Percaya Diri Anda Sendiri

Steve Jobs menyatakan  hal penting dalam pidatonya di Stanford: “Milikilah keberanian untuk mengikuti kata hati dan intuisi Anda. Entah bagaimana, mereka sudah bisa tahu Anda benar-benar ingin menjadi apa.”

steve-jobs-people“Have the courage to follow your heart and your intuition. They somehow already know what you truly want to become.”

1 Comment

Leave a Response